IMAM Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengungkapkan, zakat tidak hanya berguna untuk membantu perekonomian masyarakat yang kurang beruntung. Dapat lebih dari itu, mampu menjadi solusi untuk mewujudkan keadilan sosial, terutama untuk membendung virus radikalisme dan terorisme.

Yang patut dipahami, radikalisme dan terorisme tidak hanya dipicu faktor ideologi. Namun juga ekonomi, sosial, dan politik.

“Zakat memang bisa menjadi solusi meski tidak terlalu besar karena jumlah penduduk miskin dibandingkan nilai zakat umat Islam di Indonesia sangat kecil. Namun, tetap sangat penting dalam mengurangi kesenjangan sosial yang menjadi incaran penyebaran radikalisme dan terorisme,” ujar Nasaruddin Umar, Jumat (8/6).

Akan tetapi, sambung Nasaruddin, sejauh ini belum dirancang pengeluaran zakat untuk berkontribusi dalam pencegahan terorisme, terutama guna mendukung program deradikalisasi.

Dilansir dari JPNN.COM, lembaga atau badan penyalur zakat seperti Baznas dan Dompet Dhuafa semestinya bisa duduk bareng dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hal tersebut untuk mengarahkan penyaluran zakat guna memperkecil ketimpangan antara masyarakat kaya dan miskin.

Selain itu, juga kepada para mantan kombatan dan napi terorisme yang telah insaf dan butuh pekerjaan untuk melanjutkan hidupnya. Hal itu penting agar mereka tidak berpikir lagi untuk kembali menjadi teroris. Nasaruddin menilai penanggulangan terorisme di Indonesia masih butuh perjuangan keras. (*)

BAGIKAN