BANDA ACEH – Tanpa guru, tak akan ada kemajuan bangsa ini. Maka, guru pun dianugerahi gelar sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Tapi haruskah ada perbedaan antara guru yang masih berstatus non-PNS dan PNS?

Nah, sekitar 14 ribu guru non-PNS di Provinsi Aceh tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Pasalnya, tahun ini hanya guru PNS saja yang memperoleh THR.

Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia ) Aceh, Abdul Syukur mengatakan, seharusnya Pemerintah Pusat memperhatikan guru non-PNS (kontrak) untuk diberikan THR. Sehingga mereka tidak dibedakan. Sebab, keberadaan guru demi memajukan pendidikan bagi generasi bangsa.

“Idealnya mereka non ASN dibantulah supaya mendapatkan THR,” kata Abdul, Jumat (8/6), seperti dikutip dari JPNN.COM.

Abdul memaparkan, bulan Mei 2018 lalu PGRI Aceh sudah bertemu dengan PB PGRI di Jakarta, agar guru non-PNS diperhatikan pemerintah dengan diberikannya THR.

“Tapi apa boleh buat hanya kelompok ASN yang dapat THR. Ini keputusan Presiden yang membuat THR,” ungkapnya.

Abdul berharap kepada Pemerintah Aceh dapat memperjuangkan guru non-PNS supaya dapat THR. Bahkan mereka rela THR cair setelah lebaran Idul Fitri.

“Kalau bisa setelah lebaran dapat THR tidak masalah asal ada niat pemerintah,” pintanya. (yaa/red)

BAGIKAN