Para Pengus Baznas dan Bawaslu usai meneken nota kesepemahaman mengenai pengawasan netralitas Pimpinan Baznas tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Foto : Jaa Rizka Pradan/Indopos.

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI meneken nota kesepahaman dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyangkut kerjasama pengawasan netralitas Pimpinan Baznas tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, kerjasama ini bertujuan mendorong masyarakat luas agar turut serta mengawasi dan mendukung pelaksanaan kebijakan perundang-undangan mengenai pemilihan umum dan perzakatan yang ideal.

“Kesepahaman ini juga untuk mencegah pelanggaran ketentuan dan penyalahgunaan wewenang pengelola zakat,” ujar Abhan di sela acara buka puasa bersama di kantornya, Jumat (8/6), dilansir dari INDOPOS.

Sementara itu, Baznas berkomitmen untuk tidak terlibat dalam politik praktis pada Pemilu tahun 2019, termasuk penggunaan dana zakat, infak dan sedekah dalam pemilu.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan pihaknya akan menerbitkan Surat Edaran kepada Anggota dan amil Baznas, pimpinan Baznas di daerah serta pimpinan LAZ untuk bersikap netral dalam Pemilu.

Sikap netral ditunjukkan dengan tidak menjadi anggota partai politik (parpol), tidak ikut berkampanye serta tidak menyatakan dukungan secara terbuka kepada parpol atau peserta pemilu tertentu.

“Pimpinan Baznas dan LAZ baik di pusat maupun daerah harus mengajukan pengunduran diri jika ingin terlibat politik praktis. Jika tidak mengundurkan diri, maka Baznas akan menjatuhkan sanksi,” pungkasnya. (*)

BAGIKAN