TAKENGON – Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar membacakan pidato Presiden RI Joko Widodo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Setdakab Aceh Tengah, Jumat (1/6). Meski dalam suasana berpuasa dan di bawah terik matahari, seluruh peserta khidmat mengikuti seluruh rangkaian upacara yang berlangsung sekitar satu jam lebih.

Upacara yang dimulai pukul 09.30 WIB itu diikuti sekitar ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri. Sementara pejabat daerah yang hadir Wakil Bupati Aceh Tengah H Firdaus SKM, Kapolres AKBP Hairajadi, Dandim 0106 Letkol Inf Hendry Widodo, Ketua DPRK Ansaruddin Syarifuddin Naldin, Ketua MPU Tgk H M Isa Umar, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, para Asisten Bupati dan Kepala SKPK.

Peringatan hari lahir Pancasila di Aceh Tengah diawali dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila yang dibacakan Shabela, dan pembacaan teks UUD 1945 dibacakan seorang ASN.

Melalui sambutan Presiden RI, Shabela menyebutkan Indonesia sebagai bangsa yang mejemuk terdiri atas 714 suku, lebih 1.100 bahasa daerah yang hidup di lebih dari 17.000 pulau. Oleh sebab itu semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika dan harus bersatu dalam upaya untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin,” ujar Shabela mengutip sambutan Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengajak para ulama, tokoh agama, para guru dan ustad, para politisi dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI/Polri, para pekerja dan para pelaku ekonomi serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam hidup sehari-hari.

“Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara yang maju dan jaya,” ucap Shabela.

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Dan menjadi pandangan dan falsafah hidup yang harus dipedomani bangsa Indonesia.

Hari kelahiran Pancasila tahun 2018 ini merupakan yang kedua kali diadakan setelah keluarnya Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, yang juga menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional. Dalam era pemerintahan Presiden Joko Widodo, ditetapkan untuk diperingati setiap tahun.

Rumusan Pancasila awalnya dikemukakan oleh Presiden Pertama Sukarno dalam pidatonya di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945.

Dikutip dari berbagi sumber, ketika itu dalam pidato Bung Karno mengatakan, bahwa tentunya semua anggota BPUPKI sepakat bahwa negara yang didirikan adalah untuk semua rakyat dari ujung Aceh sampai Irian, saat ini bernama Papua. (mik/int/red)

BAGIKAN