Delegasi dari Dewan Adat Gayo tiba di lokasi acara Indigenous Celebration 2018, di Arma Ubud, Bali. Foto : LingMerdeka

DENPASAR – Tercatat, 30 lebih kelompok suku yang berbeda dari berbagai negara, Gayo adalah salah satunya menghadiri acara Indigenous Celebration 2018, di Arma Ubud, Bali.

Hadirnya suku tua yang mendiami Indonesia itu, adalah delegasi yang dikirim oleh Dewan Adat Gayo. Perhelatan akbar ini sendiri berlangsung Jumat hingga Minggu, 11-13 Mei 2018, dan diselenggarakan oleh Yayasan Ranu Welum.

Selain Indonesia, berbagai suku yang hadir di antaranya berasal dari negara Malaysia, Australia, India, New Zealand, Taiwan, Argentina, dan Mexico.

Ketua Dewan Adat Gayo, Tagore Abubakar mengungkapkan, Indigenous Celebration diikuti oleh perwakilan seluruh masyarakat adat di dunia. Acara ini merupakan ajang pertama kali yang diadakan di Bali.

Tagore berujar, sebelumnya dia menerima undangan dari pihak panitia. “Perhelatan ini untuk mempertemukan suku-suku asli yang mengakar baik dari dalam maupun luar negeri,” tutur Tagore, Jumat (11/5).

Delegasi yang dikirim Dewan Adat Gayo telah tiba di Bali pada Kamis (10/5) malam. Informasi yang diperoleh, kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama adalah Night Performance dari seluruh masyarakat Adat. Dan kedua Workshop Programs. Sukri Tomas, salah seorang delegasi dari Dewan Adat Gayo mengatakan, mereka telah menyiapkan performance.

“Penampilan yang dibawakan Dewan Adat Gayo di antaranya Tari Guel dan Tari Sining,” kata Sukri.

Pertemuan suku-suku asli dari dalam maupun luar negeri ini, melebur dalam semangat kreasi tarian, musik, kearifan lokal, pendidikan, persatuan dan koneksi.

Suku-suku dari luar negeri yang mengikuti acara ini seperti suku Aborigin dari Australia, Nagaland dari India dan Odisa. Lalu dari Malaysia suku Small Island Big Song. Kemudian ada suku Maori. Suku Maori diketahui berasal dari sebuah kepulauan di Polinesia, Samudra Pasifik. (yaa/red)

BAGIKAN