BPIP menerima Grand Syekh Al Azhar di Ruang Rapat Sekretaris Kabinet, Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Kamis (3/5). Foto : Humas/Nia

GRAND Syekh (Imam Besar) Al Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb mengunjungi Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di Ruang Rapat Sekretaris Kabinet, Gedung III Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Kamis (3/5) pagi.

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dalam keterangan pers usai pertemuan menyampaikan rasa syukurnya karena Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb mau menerima undangan Dewan Pengarah BPIP.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Megawati, dibahas masalah yang juga sangat diperlukan di Indonesia, yaitu masalah Islam moderat.

“Karena kami memang melihat Universitas Al Azhar Mesir itu memang sebuah universitas yang mendapat nama besar, karena bukan hanya sebuah tempat pendidikan tapi juga menyiarkan juga masalah Islam,” ucap Megawati.

Selain itu, juga dibahas masalah kerja sama dan mengenai hak-hak perempuan yang juga diperjuangkan oleh Al-Azhar.

“Beliau tadi juga menerangkan bahwa memang di Mesir pun hak-hak perempuan sama sebetulnya seperti di konstitusi kita. Kan kalau di konstitusi kita perempuan dan laki-laki sebagai warga dan bangsa mendapatkan hak yang sama, equal,” kata Megawati seraya menambahkan dirinya juga mendapatkan undangan dari Grand Syekh Al Azhar untuk menghadiri konferensi internasional mengenai masalah perempuan.

Dalam kesempatan itu, Megawati Soekarnoputri mengaku sangat bergembira mendengar bahwa Mesir dan tentunya juga Universitas Al-Azhar sependapat untuk tetap memperjuangkan hak-hak negara Palestina.

“Kedatangan beliau (Grand Syekh Al Azhar, red) ke sini, ke Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ini sangat berarti,” pungkas Megawati.

Tampak hadir dalam pertemuan ini Dewan Pengarah BPIP yang terdiri dari Megawati Soekarnoputri (Ketua), BPIP Try Sutrisno (Wakil Ketua), Mahfud M.D. (Anggota), Andreas Anangguru Yewangoe (Anggota), Wisnu Bawa Tenaya (Anggota), Sudhamek (Anggota). Hadir juga Kepala BPIP Yudi Latif dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab. (set/*/red)

BAGIKAN