Presiden Jokowi saat menghadiri acara silaturahmi dengan BKPRMI, Rabu (25/4), di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur. Foto: Humas/Jay

MENGAWALI sambutan dalam acara silaturahmi dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Rabu (25/4), di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang besar.

Hal ini, menurut Jokowi telah disampaikan di mana-mana dalam setiap forum yang diikuti. Jokowi menyampaikan bahwa dengan penduduk muslim terbesar di dunia itu merupakan kekuatan politik Indonesia.

Jokowi mengaku pernah terbang dari Banda Aceh langsung menuju ke Wamena selama 9 jam 15 menit yang hampir sama dengan perjalanan dari London, Inggris, sampai ke Istanbul, Turki yang melewati enam, tujuh bahkan mungkin delapan negara.

“Artinya betapa negara ini sebuah negara yang sangat besar sangat luas, inilah anugerah yang diberikan Allah kepada kita, beragam, majemuk, bersuku-suku, beda adat istiadat, beda tradisi, beda agama,” papar Jokowi.

Dengan anugerah yang diberikan Allah kepada Bangsa Indonesia, Jokowi mengajak semua untuk merawat, menjaga, dan memelihara Indonesia. Negara Indonesia, tambahnya, untuk menjadi besar dan memiliki kekuatan ekonomi harus melalui cobaan, rintangan, dan berbagai hambatan yang ada.

“Kita harus ngomong apa adanya masih banyak ketimpangan, masih ada kesenjangan, masih ada kemiskinan. Saya berikan contoh saja sekarang ini kita sedang fokus dan konsentrasi membangun infrastruktur,” ujar Jokowi, seraya memberikan contoh pembangunan yang sedang berjalan baik pelabuhan, bandar udara (bandara) maupun jalan tol untuk mengurangi ketimpangan.

Contoh di Papua, lanjut Jokowi, jalan yang ada di Merauke, Papua ke arah Boven Digoel yang merupakan jalan utama sepanjang 100 kilo meter (km) harus ditempuh selama 3 hari perjalanan.

“Saya hanya ingin memberikan bayangan ini jalan trans Papua yang sekarang ini baru dalam proses kita bangun dan insyaallah nanti 2019 akan bisa terhubung antara kabupaten/kota dan antar provinsi. Ini sudah tapi belum teraspal, tapi sudah kita buka,” tutur Jokowi yang juga memberikan alasan bahwa penyelesaian infrastruktur untuk menyiapkan persaingan dengan negara-negara lain.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengajak semua untuk konsentrasi membangun negara ini. Ia mengingatkan jangan sampai energi habis hanya untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

“Saya selalu menyampaikan mengkritik itu silakan, memberikan masukan silakan, memberikan saran silakan, saya selalu terbuka. Tapi tolong dibedakan antara kritik dan mencela, antara kritik dan fitnah, antara kritik dan memaki berbeda. Kritik dan mencela berbeda, kritik dan memaki berbeda, kritik dan fitnah itu berbeda. Kritik itu berbasis data dan memberikan solusi,” kata Jokowi dengan memberikan contoh mengenai isu PKI yang menimpa dirinya.

Inilah era digital, menurut Jokowi, yang sudah masuk di Indonesia dan harus dihadapi, ada sisi positif dan negatif. Untuk itu, Jokowi mengajak mengambil manfaat sisi positif dari media sosial. (setkab/red)

BAGIKAN