Pemilik dan sopir Dump Truck unjuk rasa ke Kantor DPRK Bener Meriah, mendesak Galian C segera dibuka. MsrJour For LingMerdeka

REDELONG – Kantor DPRK Bener Meriah tiba-tiba dibanjiri massa, Selasa ( 24/4). Gedung wakil rakyat yang bersebelahan dengan kantor bupati setempat itu dikepung para pemilik dan sopir Dump Truck. Mereka menyampaikan tuntutan agar pemerintah membuka kembali Galian C yang telah ditutup.

Massa yang berasal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah tersebut mendesak pemerintah segera memenuhi tuntutan mereka. Sebab menyangkut dengan hajat hidup.

Pasalnya, akibat kebijakan yang dikeluarkan pemangku tersebut, telah mengancam sumber “mata air” kehidupan masyarakat. Khususnya yang berprofesi sebagai sopir Dump Truck.

Menurut koordinator aksi, Fahru, pemilik Galian C sudah dua bulan tidak membuka usahanya. Hal itu terpaksa dilakukan karena izin usaha mereka sedang diproses.

“Akibatnya kami sebagai pemilik mobil tidak bisa bekerja,” aku Fahru.

Keresahan lain yang muncul akibat kebijakan pemerintah menutup usaha tersebut, Dump Truck mereka terancam ditarik pihak lesing. Pasalnya, Fahru mengatakan dominan masih berstatus kredit. Tentu saja mereka akan menunggak membayar kreditnya, karena tidak bisa bekerja.

Rekom Bupati dan Setoran

Pada tahun 2017 bupati setempat sudah pernah mengeluarkan rekomendasi. Menurut Ajuin, kepada awak media mengatakan dari 13 pemilik usaha, 5 di antaranya sudah mendapat rekom tersebut.

Sebelumnya, kata salah seorang pengusaha Galian C di Bener Meriah itu, pihaknya telah mengurus izin usaha galian C sampai ke tingkat provinsi. Sebab yang mengeluarkan izin tersebut adalah pihak Provinsi Aceh.

Tetapi, meski sudah lama memperoleh rekomendasi bupati, hingga saat ini izin yang ditunggu masih “misteri”.

Bahkan, menurut pengakuan Selamat, yang juga seorang pemilik Galian C, bukan hanya telah mendapat rekomendasi bupati. Kepada awak media Selamat mengatakan sejumlah uang juga sudah disetor.

“Kami telah mengurus semua di tingkat kabupaten. Kami juga telah menyetorkan uang kepada instansi terkait,” kata Selamat.

Ahmadi Belum Pulang

Sementara, Wakil Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi lalu bertemu dengan massa di ruang sidang DPRK setempat. Di hadapan pemilik dan sopir Dump Truck, Sarkawi menjelaskan soal Galian C bukan kewenangan kabupaten.

Syarkawi menemui massa karena Bupati Bener Meriah, Ahmadi, belum pulang dari luar daerah. Oleh karena itu permintaan massa untuk membuka sementara Galian C, harus menunggu Ahmadi pulang.

“Mungkin besok bupati sudah ada di sini,” kata Syarkawi, seraya berujar pihaknya bersama Forkopimda akan membicarakan masalah itu.

Syarkawi menjelaskan, pemerintah daerah hanya dapat memfasilitasi pemilik usaha Galian C agar izin itu segera diterbitkan. Karena kewenangan ada di provinsi.

Secara kebetulan, masih kata Syarkawi, sebelumnya ia bertemu dengan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Dalam pertemuan itu, Syarkawi menyampaikan setiap perkembangan kepada Nova. (msr/yaa/red)

BAGIKAN