REDELONG – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bandara Rembele, Abadi, sungguh tidak menyangka ia akan menjadi korban penganiayaan. Kepalan tangan mendarat di bagian wajah dan kepalanya. Peristiwa ini terjadi pasca Bupati Bener Meriah, Ahmadi menerobos daerah steril bandara tersebut.

Kepada LingMerdeka.com, Abadi secara perlahan mengungkapkan peristiwa yang terjadi. Bukan hanya rasa sakit yang harus ia derita. Tapi lebih dari rasa itu. Citra Bandara Rembele ikut tercoreng akibat aksi arogan oknum yang ikut bersama Ahmadi.

Hari itu, secara teknis Abadi mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Bandara. Dia ditunjuk sebagai Plh sehari sebelumnya. Karena sang pimpinan, Yan Budiyanto, harus mengikuti Rakor di Surabaya.

“Selain bertugas seperti biasa, hari itu saya juga sebagai Plh Kepala Bandara Rembele selama 2 hari,” ungkap Abadi.

Ditunjuk mewakili posisi pimpinannya, otomatis juga menerima wewenang. Artinya, tugas Abadi bukan hanya bekerja di bagian listrik dan elektronikal bandara.

Telah diketahui sebelumnya, Kamis (12/4) lalu, dari sekitar Bandara Rembele tiba-tiba tersebar kabar bahwa mesin Pesawat Wings Air mati saat landing. Angkutan udara itu mengangkut 78 orang, di antaranya 73 penumpang, sisanya pilot dan pramugari.

Sontak, kepanikan tak dapat dihindari. Seperti yang sudah muncul dalam sejumlah pemberitaan, khususnya para penumpang di dalam pesawat. Suasana panik juga terjadi di bandara, tamu yang datang untuk menjemput.

Yang Abadi tidak habis pikir, di antara para petugas yang mengevakuasi penumpang yang diturunkan, harus terjadi insiden lain. Dalam mengatasi kondisi panik, dia mendapat bogem mentah, akibat ruang kedatangan diterobos.

“Ini bukan sekedar soal luka yang saya derita akibat aksi pemukulan. Tapi lebih dari rasa itu. Ini juga masalah image. Seharusnya tidak perlu semena-mena,” kata Abadi mengungkapkan kekesalannya.

Yang bikin Abadi kian kesal, aksi pemukulan oleh oknum yang disebut berisial Ard itu, diduga ada pembiaran. Menurut Abadi, seharusnya karena Ard ikut bersama rombongan bupati, pelaku dilarang agar tidak bertindak brutal.

“Saya sangat kesal. Bupati (Ahmadi) tidak melarang pemukulan. Dia (Ard) ikut bersama rombongan. Dia juga yang nampak mendorong-dorong pintu ruangan kedatangan,” tegasnya.

Kronologis yang disampaikan Abadi, saat Ahmadi duluan masuk ke daerah steril dalam peristiwa yang terjadi selepas pagi itu, Ard menyusul dari belakang. Tanpa dinyana pelaku langsung melayangkan tinju ke wajah korban.

Menerima serangan pertama, Abadi tidak melakukan perlawanan. Justru Abadi mengaku masih sempat memberi penjelasan kepada Ahmadi agar jangan panik.

“Saya juga bilang penumpang sedang dievakuasi,” tuturnya.

Menyahuti penjelasannya, Abadi bilang Ahmadi menanggapi sambil memegang kerah bajunya sendiri, seraya mengatakan bahwa anaknya berada di atas pesawat.

“Gere beteh ko ke anakku i atasa (tidakkah kau tahu bahwa anakku berada di atas pesawat). Dia mengatakan itu sambil memegang kerah bajunya,” beber Abadi meniru ucapan Ahmadi.

Namun, malah bogem mentah kembali mendarat di wajah Abadi. “Saya dipukul tiga kali. Di mulut, pipi dan kepala sebelah kiri. Dia (Ahmadi) selaku bupati seharusnya sejak awal melarang,” ungkapnya lirih.

Atas penganiayaan yang dialaminya, Abadi melaporkan kasus itu ke Polres Bener Meriah. Dia juga telah menjalani visum ke dokter yang bertugas di Puskesmas Pante Raya.

“Saya didampingi petugas Polres saat divisum. Sebelum melapor ke polisi, saya minta izin kepada pimpinan saya, Pak Yan Budiyanto. Justru beliau mendukung,” akunya.

Abadi memaparkan, laporannya ke polisi tertuang dalam surat nomor : STPL/25/IV/2018/SPKT Res BM. “Atas pemukulannya (Ard), saya bilang dia (pelaku) rombongan Pak Ahmadi,”cetusnya.

Selain pimpinan, segenap petugas Bandara Rembele berharap agar kasus ini segera dituntaskan. Abadi mengatakan, saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

“Apapun resikonya, saya hadapi. Saya tidak takut. Karena saya menjalankan tugas,” tegas Abadi.

Sayangnya, Ahmadi belum dapat dikonfirmasi. Pesan singkat yang pernah dilayangkan ke nomor telepon selulernya tidak kunjung dibalas. Kabar terakhir yang diperoleh, Ahmadi tengah berada di luar negeri.

Bupati Bener Meriah itu beserta Bupati Gayo Lues ikut lawatan bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke Amerika, guna menghadiri acara United States – Indonesia cooperation connection Aceh dan Washington State, dengan fokus trade, tourism, investment. (yaa/red)

 

BAGIKAN