TAKENGON – Balai Arkeologi Sumatera Utara (Balar Sumut) kembali merencanakan penelitian situs sejarah Ceruk Mendale dan Ujung karang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balar Sumut Ketut Wiradnyana ketika bertemu dengan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Rabu (11/4) malam di pendopo bupati.

Menurut Ketut, fokus penelitian kali ini untuk melakukan pembatasan wilayah yang menjadi kawasan situs purbakala tersebut.

Kepada Shabela, Ketut mengharapkan agar kedua situs tersebut ada penanganan yang lebih baik kedepan sehingga bisa menarik minat wisatawan.

“Situs Ceruk Mendale dan Ujung Karang punya potensi wisata yang besar, karena itu peran pemerintah daerah lebih didepan untuk membuat situs ini layak menjadi objek wisata,” kata Ketut.

Menanggapi permintaan Ketut, Shabela mengatakan pihaknya punya komitmen untuk membenahi ceruk Mendale dan Ujung Karang.

“Jangan ragu, kami punya komitmen, karena ini soal identitas suku bangsa dan kebesaran peradaban budaya Gayo,” tegas Shabela.

Shabela menambahkan, kedua situs purbakala tersebut nanti akan diproyeksikan menjadi wisata edukasi yang akan dikelola dengan serius.D

Dari catatan, dari sejumlah penemuan, Balar pernah menemukan sebuah kerangka manusia ditimpa batu yang di Ceruk Mendale yang berusia 3500 tahun. Tercatat, Ketut saat itu ditemui pada hari Sabtu, 22 Juni 2013.

Menurut Ketut yang menjadi Ketua Tim Peneliti, kerangka manusia pra sejarah tersebut sengaja ditimpa dengan batu karena menurut kepercayaan ada berkaitan dengan roh. Atau, agar kerangka tersebut tidak diambil hewan buas.

“Menurut kepercayaan orang-orang dahulu, bisa juga untuk lebih menghormati pendahulunya yang telah meninggal,” kata Ketut. Penemuan kerangka itu sudah dimulai sejak tahun 2009 lalu. (yaa/ril/red)

BAGIKAN