Exif_JPEG_420

TAKENGON – Persiapan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke III PDI Perjuangan Provinsi Aceh kian dimantapkan. Panitia pelaksana semakin semangat karena ada tradisi tahunan yang tetap dipertahankan.

Semangat tersebut terekam di area sekretariat panitia, Rabu (11/4). Seperti yang telah diketahui, Rakerda ini dimulai sejak 12 – 14 April 2018. Sementara pusat acara berlangsung di GOS kota berhawa sejuk itu.

“Dalam Rakerda kali ini kita juga melaksanakan santunan untuk anak yatim. Ini sudah menjadi tradisi,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Tagore Abubakar yang terlihat berbaur dengan segenap anggotanya yang serius dan cekatan menyiapkan segala kebutuhan Rakerda.

Anggota DPR RI itu menegaskan bahwa tradisi tersebut memang harus dipertahankan dan diteruskan. “Dalam setahun bisa mencapai 2.000 anak yatim,” katanya.

Selain memberi santunan kepada anak yatim, rangkaian Rakerda ke III PDI Perjuangan Provinsi Aceh di Aceh Tengah kali ini juga menggelar donor darah.

“Kita mengharapkan para peserta dan kader PDI Perjuangan akan mendonorkan darahnya. Diketahui Rumah Sakit Datu Beru sering mengalami kekurangan pasokan darah,” kata Tagore.

Menurut putra asal Bintang ini, donor darah yang akan dilaksanakan merupakan aksi solidaritas kemanusiaan yang tak terukur. Apalagi untuk kesembuhan pasien yang menjalani pengobatan di RSU Datu Beru.

Selain donor darah, Rakerda partai pemilik “moncong putih” itu juga direncanakan menggelar sunatan massal.

“Saatnya kader-kader lebih mengorbankan harta benda dan darahnya untuk kepentingan rakyat yang membutuhkan,” cetusnya.

Tagore juga menyerukan bahwa para kader PDI Perjuangan memang seharusnya berdiri di barisan terdepan. “Untuk kepentingan rakyat kenapa tidak! Bahkan untuk segala sumber kehidupan,” tegasnya.

Pengorbanan, lanjut pecinta dan pegiat kopi Arabika Gayo ini, terutama untuk rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Karena itu menjadi salah satu yang wajib diperjuangkan oleh kader PDI Perjuangan,” ungkap Tagore. (yaa/red)

BAGIKAN