TAKENGON – Sejarah baru tercatat di bumi endatu. Untuk pertama kalinya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan digelar di dataran tinggi itu.

Rakerda ke III partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri ini direncanakan berlangsung sejak 12 hingga 14 April 2018. Dipastikan, Takengon akan “memerah” karena mayoritas kader di wilayah Aceh berkumpul saat hari ‘H’ di kota berhawa sejuk tersebut.

“PDI Perjuangan memilih Aceh Tengah menjadi tuan rumah,” ujar Tagore Abubakar yang menerima amanah menjadi Ketua Panitia, Selasa (10/4) di Takengon.

Diketahui, Rakerda I dan II PDI Perjuangan Provinsi Aceh dilaksanakan di ibukota Provinsi Aceh, Banda Aceh.
“Saya juga tidak menyangka bahwa kita dipercaya menjadi tuan rumah. Yang pasti ini merupakan amanah. Semoga tidak ada hambatan,” tutur Tagore.

Menurut pantauan, beberapa hari ke belakang panitia pelaksana telah melakukan persiapan agar berjalan sukses. Bahkan, beberapa ruas jalan di Takengon sudah berwarna merah oleh bendera yang berkibar.

“Direncanakan acara ini dibuka oleh Bapak Ahmad Basarah selaku Pengurus Harian DPP PDI Perjuangan Pusat, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI,” ungkapnya.

Tagore menjelaskan, dalam Rakerda PDI Perjuangan kali ini yang menjadi pembahasan utama adalah Pileg 2019 dan Pilpres.

“Rakerda ini bagaimana menghasilkan langkah-langkah untuk memenangkan PDI Perjuangan di Legislatif, dan sekaligus memenangkan Bapak Joko Widodo sebagai presiden kedua kalinya untuk menuju kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945,” tegas Anggota DPR RI ini.

Lebih jauh Tagore mengemukakan, Rakerda ini dalam rencananya juga dihadiri beberapa pimpinan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Pusat. Salah satunya yakni Faozan Amar. “Kita sama-sama mengetahui, Bamusi sebagai sayap PDI Perjuangan,” katanya.

Disampaikan, kehadiran Ketua Bamusi juga untuk menindaklanjuti rencana pembangunan pasantren di wilayah Aceh Tengah dan daerah-daerah lainnya. “Saya telah mewakafkan tanah seluas 20 hektar di daerah Sesongo Kabupaten Bener Meriah untuk pasantren. Diharapkan nantinya anak-anak yatim dan kurang mampu, dapat ditampung di pasantren ini,” pintanya.

Sebelumnya, lanjut Tagore, ia pernah mendirikan Pasantren Sumanyon Nusantara di Simpang Tiga Redelong. Saat itu Tagore masih menjabat sebagai Bupati Bener Meriah. “Alhamdulillah, telah melahirkan alumni yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta,” katanya. (yaa/red)

BAGIKAN