LOGISTIK untuk pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mulai dipersiapkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menentukan jumlah logistik sesuai dengan pemetaan data dari seluruh KPU kabupaten/kota.

Kepala Biro Logistik KPU RI Purwoto Ruslan Hidayat mengatakan, pada H-7 pemungutan suara, KPU akan berkordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG serta Dinas Perhubungan untuk melihat kondisi alam yang sekiranya mempengaruhi distribusi logistik.

“Bisa dikontak ke KPU RI untuk mendistribusikan logsitik melalui helikopter atau pesawat udara. Nanti dibagi 4 based seluruh Indonesia, biayanya didukung oleh KPU RI,” kata Purwoto, dikutip dari laman KPU RI, Sabtu (7/4).

Purwoto merincikan, kotak dan bilik perhitungan pada pileg dan pilpres, jumlahnya menjadi 5 (pileg 4, pilpres 1). Lalu jumlah kotak PPK 11 (rekap). Bilik 4 buah per TPS, tinta 2 buah per TPS ukuran 40 cc/botol, segel untuk KPU provinsi 4 buah, KPU kabupaten/kota 18 per TPS.

Purwoto menegaskan, semua perhitungan harus memiliki dasar peraturan KPU dan kebutuhan KPU. Hologram 12 buah/TPS, Presiden 3 buah /TPS. Alat coblos 4 buah/TPS.

Pada Kamis (5/4) kemarin, Purwoto mengisi bimbingan teknis (bimtek) Perencanaan Kebutuhan  Anggaran Logistik Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2019. Acara tersebut digelar KPU Sumatera Barat (Sumbar) di Padang.

Dalam kesempatan tersebut, Purwoto menekankan langkah efektif mengantarkan logistik hingga tempat tujuan. Oleh karena itu informasi dari BMKG atau Dinas Perhubungan akan dijadikan acuan.

“Untuk daerah tersulit yang tidak memungkinkan saat pendistribusian KPU bisa distribusi dengan pesawat terbang atau helikopter. Contohnya untuk Kepulauan Mentawai,” katanya. (ril/red)

BAGIKAN