Mendikbud Muhadjir Effendy foto bersama sejumlah peserta UN SMK yang ia tinjau. Foto : Kemdikbud

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menargetkan peningkatkan kualitas Ujian Nasional (UN). Secara bertahap, dimasukkan soal-soal yang membutuhkan penalaran tinggi atau high order thinking skills.

Muhadjir juga menargetkan agar pelaksanaan UN semakin bisa dipertanggungjawabkan tingkat kejujuran dan standarnya. “Kalau seandainya terjadi temuan selama pelaksanaan UN akan dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diperoleh, Selasa (3/4).

Seperti yang telah diketahui sebelumnya,  hari pertama UN jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Senin (2/4) kemarin, Muhadjir meninjau dua sekolah di Jakarta. Disampaikan, hari itu sebanyak 1.485.302 siswa mengikuti UN sampai 5 April 2018.

Di seluruh Indonesia, hanya sekitar 2 persen atau 26.240 siswa peserta UN yang menggunakan metode berbasis kertas dan pensil (UNKP). Sisanya sebanyak 1.395.666 siswa (98 persen) menggunakan metode computer based test (CBT).

Tahun ini jumlah peserta UNBK meningkat signifikan sebanyak 6.293.552 peserta, dari 3.782.453 peserta di tahun sebelumnya (meningkat 166 persen). Tak hanya di Jakarta, pelaksanaan UNBK di sejumlah daerah juga dilaporkan berjalan lancar.

Muhadjir menyebut pihaknya belum mendengar adanya kendala yang terkait pelaksanaan UNBK maupun UNKP. Seperti tahun sebelumnya, Kemendikbud bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan juga Telkom untuk penyelenggaraan UNBK. (ril/red)

BAGIKAN