Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menjalani fit and proper test di Komisi XI –DPR, Rabu(28/3). Foto : Ricardo/JPNN.Com

DPR melalui rapat paripurna yang digelar Selasa (3/4) mengesahkan Perry Warjiyo sebagai gubernur Bank Indonesia (BI). Perry yang menjadi calon tunggal gubernur BI pilihan Presiden Joko Widodo telah menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR beberapa waktu lalu.

Dikutip dari jpnn.com, rapat paripurna yang sama juga mengesahkan Dody Budi Waluyo sebagai deputi gubernur BI 2018-2023.  Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan itu, para wakil rakyat kompak menyampaikan persetujuan mereka untuk mengesahkan Perry sebagai gubernur BI 2018-2013 dan Dody sebagai deputi gubernur BI untuk periode yang sama.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Hafisz Tohir saat menyampaikan laporan di paripurna mengharapkan Perry dan Dody bisa menjaga stabilitas perekonomian nasional dalam menghadapi adanya potensi gejolak ekonomi global. Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengharapkan kelak kebijakan-kebijakan BI di bawah komando Perry bisa memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga mengurangi kemiskinan dan mengatasi permasalahan kesenjangan ekonomi di Indonesia,” kata Hafisz dalam laporannya di paripurna.

Sedangkan Taufik Kurniawan mengatakan, situasi global saat ini tidak bersahabat karena dihadapkan pada situasi perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat dan kecenderungan nilai rupiah yang sangat labil. Karena itu Taufik mengarapkan kinerja BI makin moncer di tengah situasi yang berat.

“Kami berharap kinerja dari deputi gubernur BI dan gubernur BI untuk bagaimana menempatkan fundamental rupiah secara kuat. Jangan pula melupakan potensi ekonomi mikro yang ada di situ,” ujarnya sebelum memimpin paripurna.

Dia mewanti-wanti ke BI untuk menjaga nilai tukar rupiah agar kurs dolar Amerika Serikat (USD) tak mencapai Rp 15 ribu. “Karena kalau melebihi batas psikologis tentunya itu akan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan,” ungkapnya.

Menurut dia, nilai tukar USD yang saat ini menyentuh Rp 13.700 sudah menjadi sesuatu yang serius bagi semua.

“Tidak hanya pemerintah tetapi juga para pelaku ekonomi harus cermat betul, harus waspada betul karena nanti akhir April atau awal Mei pasti terjadi sistuasi yang semakin meruncing dalam kaitan istilah perang dagang itu,” katanya. (*)

BAGIKAN