Presiden Jokowi saat bertemu dengan sejumlah musisi nasional, di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Humas/Jay

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpikan ke depan ada strategi kebudayaan, khususnya di bidang musik. Jadi, ada visi 2050, 2100, yang sudah harus mulai dirancang sejak sekarang.

Keinginan tersebut disampaikan Jokowi saat bertemu dengan sejumlah musisi nasional, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/3) siang. “Jadi 5 tahun pertama yang akan kita kerjakan apa, itu lebih fokus, 5 tahun kedua yang mau akan kita kerjakan, jadi lebih fokus dengan target-target yang realistis dan dengan angka-angka. 10 tahun ke depan apa, 10 tahun berikutnya apa, dalam rangka tadi strategi kebudayaan ke depan, strategi besar untuk menyiapkan baik dari aspek ekonominya, aspek kebudayaannya,” kata Jokowi, dilansir dari Setkab RI, Jumat (23/3).

Menurut Jokowi, pemerintah memerlukan sebuah konsentrasi dan fokus pada tahapan pondasinya apa. Kemudian, tahapan keduanya apa, tidak semua hal dikerjakan, sehingga akan memberikan sebuah hasil yang lebih konkret baik yang berkaitan dengan masalah tata kelola.

“Enggak apa-apa mungkin 5 tahun pertama kita urusan misalnya kita garap 5 tahun ini satu saja. Enggak usah campur-campur, tentang tata kelola, kita konsentrasi ke sana.  Kita gerakkan habis-habisan masalah tata kelola, mungkin pada 5 urutan kedua urusan perlindungan misalnya, dan ketiga ada inovasi apa,” terangnya.

Kalau strategi besar dalam rangka visi ke depan itu bisa dirumuskan, Jokowi meyakini, akan lebih memberikan kejelasan tentang apa yang harus pemerintah lakukan, dan apa yang harus pelaku-pelaku lakukan menjadi lebih konkret dan lebih lebih riil.

“Saya kira, saya sendiri juga memerlukan masukan-masukan apa yang strategi ke depan, apa yang bisa kita rencanakan mulai sekarang. Sehingga jangan sampai kita setiap ganti presiden, kita masih misalnya urusan dengan masalah properti, masalah right,” tutur Jokowi seraya menambahkan, bahwa hal ini harus rampung 5 tahun.

Pertemuan dengan musisi nasional itu di antaranya dihadiri oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Glen Fadly, Bimbim Slank, dan Bunga Citra Lestari. (ril/red)

BAGIKAN