Tim Perumus Lembaga Bahasa Universitas Gajah Putih menggelar Dengar Pendapat. For LingMerdeka

TAKENGON – Universitas Gajah Putih (UGP) sudah banyak mencetak lulusan yang bermutu. Seiring perkembangannya, UGP terus mencari strategi agar potensi dosen dan mahasiswanya semakin meningkat. Salah satunya adalah mendirikan Lembaga Bahasa.

Keberadaan lembaga tersebut bukan hanya dinilai penting. Melainkan sudah menjadi kebutuhan. Nah, di pertengahan Maret 2018 ini, Tim Perumus Lembaga Bahasa UGP sudah memantapkan diri supaya target itu tercapai.

“Tujuan pembentukan Lembaga Bahasa Universitas Gajah Putih untuk meningkatkan potensi dosen dan mahasiswa, dan mutu lulusan Universitas Gajah Putih melalui pemahaman tentang penguasaan bahasa Inggris,” ujar Patriandi Nuswantoro, M.Pd didampingi Hasiun Budi, SE, M.S.M, saat berbincang bersama LingMerdeka, Rabu (21/3).

15 Maret 2018 lalu, Tim Perumus Lembaga Bahasa UGP menggelar rapat dengan tajuk Dengar Pendapat di kampus yang berada kawasan Pegasing Aceh Tengah. Patriandi Nuswantoro dipercaya menjadi ketua panitia dan Hasiun Budi sebagai sekretaris. Pertemuan tersebut turut dihadiri Rektor UGP Dr. Adnan, SE, M.Si.

Dari hasil rumusan tim yang digawangi para dosen Fisip UGP, rencana ini memang harus segera diaplikasikan. Sebab UGP juga sudah memiliki fasilitas.

“Saat ini Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Radio dan Fotografer Universitas Gajah Putih belum terfungsikan secara optimal. Ditinjau dari fasilitas, sudah cukup memadai dan sesuai dengan standar nasional. Hal ini perlu kiranya untuk dioptimalisasikan mengingat juga SDM sudah memadai,” tegas Patriandi diamini Hasiun.

Lebih jauh dijelaskan, pihaknya bertujuan untuk menjadikan Lembaga Bahasa yang mampu menentukan standar dalam hal kebahasaan. “Misalnya pembelajaran, pengkajian dan pelayanan di bidang bahasa,” katanya.

Patriandi dan Hasiun turut menyampaikan target Tim Perumus. Antara lain, mewujudkan Lembaga Bahasa UGP yang layak di wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Dan terwujudnya pendidikan berkualitas menuju universitas berstandar nasional.

“Kita juga manargetkan terwujudnya pemahaman literasi speaking, listening and understanding. Training atau pelatihan Toefl sebagai prasyarat bagi mahasiswa lulusan Universitas Gajah Putih,” jelasnya.

Disampaikan, Lembaga Bahasa UGP juga untuk mempersiapkan pramuwisata (guide) guna mendukung program pemerintah daerah di sektor pariwisata. “Target kita yang tak kalah penting adalah, lulusan yang bersertifikat dengan standar nasional,” cetusnya.

Selain Patriandi Nuswantoro dan Hasiun Budi, masih ada enam orang lagi yang tercatat dalam Tim Perumus Lembaga Bahasa UGP Takengon. Mereka adalah Muhsin Efendi, S.A.P, M.Si, Hasan Basri, S.IP.M.Si, Sabirin, M.A, Achmad Surya, SH., M.H L.i, Riza Hasan, M.Si, dan Mukhtar, A. Md.

Sementara, dalam kepanitiaan tim perumus ini, AlwinTeniro,S.E.,M.S.M menjadi penanggung jawab, dan Dr. Joni MN,M.Pd.,B.I tampil sebagai pengarah. “Kami berharap rencana strategis (Renstra) ini ada dukungan, agar kegiatan ini berjalan dengan lancar,” pinta Patriandi mengakhiri perbincangan. (yaa/red)

BAGIKAN