Usai memberi biaya pembinaan kepada para joki, Shabela mengelus seekor kuda yang baru siap berpacu. Foto: Aman Abbad/LingMerdeka

TAKENGON – Event Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memperingati HUT ke 441 Kota Takengon telah berakhir, Minggu (11/3/2018). Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menegaskan, kedepan pihaknya akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

“Arena Pacuan Kuda di Haji Muhammad Hasan Gayo akan terus dibenahi. Apalagi ini direncanakan jadi satu lokasi penyelenggaraan PON ke 21 tahun 2024 mendatang,” kata Shabela, kepada LingMerdeka.com, Rabu (14/3/2018).

Menurut Shabela, dengan keikutsertaan Kabupaten Aceh Besar mulai tahun ini, pada penyelenggaraan kedepan diharapkan lebih banyak lagi yang bisa turut serta. Misalnya Kabupaten Aceh Tenggara yang memiliki banyak memiliki kuda.

“Kita ingin Pacuan Kuda masuk dalam kalender event di Provinsi Aceh yang diharapkan lebih banyak masyarakat dari luar berkunjung ke Aceh Tengah untuk menonton dan berwisata,” pinta Shabela.

 Juara Umum

Diketahui, total kuda yang diikutkan dalam memeriahkan HUT ke 441 Kota Takengon kali ini sebanyak 371 ekor. Dengan rincian Aceh Tengah 191, Bener Meriah 111, Gayo Lues 67, dan Aceh Besar 2 ekor.

Sejak digelar 5 Maret 2018 hingga final, Kabupaten Aceh Tengah meraih juara umum. Juara yang diraih tuan rumah setelah berhasil meloloskan 26 ekor kuda ke babak final. Sisanya Kabupaten Bener meriah 15 ekor kuda, Gayo Lues 10 ekor kuda dan terakhir Aceh Besar 1 ekor kuda.

Pantauan LingMerdeka.com, antusias masyarakat menyaksikan event ini sejak pembukaan sudah terasa. Puncaknya, saat final lapangan Haji Muhammad Hasan Gayo disesaki warga dari berbagai lapisan dan usia. Bahkan, mereka rela bergumul dengan debu di bawah terik matahari.

Tanpa Judi

Sebelumnya, usai membuka Pacuan Kuda Tradisional Gayo, Shabela ingin membuang citra yang terlanjur melekat bahwa event tersebut sering dijadikan ajang judi oleh segelintir orang. Saat itu kepada awak media Shabela menegaskan jangan coba-coba lagi untuk terjerumus kepada perbuatan terlarang itu.

Sebab, kalau tetap nekad main judi, maka siap-siap berurusan dengan aparat penegak hukum. “Sudah kami pastikan tidak ada,” tegas Shabela.

Sangking inginnya event pacuan kuda jangan lagi ternoda dengan aksi judi, Shabela menyinggung keberadaan Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi yang saat itu tengah berdiri disampingnya. Shabela mau bila ada yang tertangkap, maka diserahkan kepada aturan yang berlaku.

“Untuk kali ini tidak ada judi, tidak ada pelanggaran syariat Islam,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Aceh Tengah Abadi disela acara penutupan Pacuan Kuda mengaku, kedepan event tersebut akan terus dibenahi agar semakin baik.

“Tidak ada kendala yang berarti selama pelaksanaan pacuan kuda. Namun untuk meningkatkan kualitas kedepan akan terus dilakukan evaluasi,” katanya. (yaa/red)

BAGIKAN