Presiden menaiki kapal pendukung tol laut, di Manyar, Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3). (Foto: Humas/Oji).

SURABAYA – Akhir bulan Maret ini, Presiden Joko Widodo akan mengobrak-abrik urusan perizinan. Termasuk untuk mengurus masalah ketenagakerjaan. Agar, urusan tersebut betul-betul sangat sederhana.

“Ya nanti coba lihat akhir bulan ini. Ini kan sudah saya sampaikan bolak-balik akan ada single submission, nah yang diobrak-abrik yang mana dilihat nanti,” kata Jokowi, dilansir dari Sekretariat Kabinet RI, Rabu (14/3).

Jokowi meyakinkan, bahwa single submission itu begitu sangat sederhana dalam mengurus perizinan dan ketenagakerjaan.

“Karena itu nanti kita rombak semuanya dalam sebuah Perpres (Peraturan Presiden), ini nanti saya siapkan nanti akhir Maret, biar mateng,” ucapnya.

Sebelumnya, saat memberikan sambutan dalam peresmikan Kawasan Terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dan kapal pendukung tol laut, di Manyar, Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3) sore, Jokowi menyampaikan rasa sedihnya.

Rasa sedih itu karena sebagai negara besar, dalam hal ekspor Indonesia kalah dengan Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dalam hal investasi, Indonesia  juga kalah dengan Malaysia, dengan Thailand, dan dengan Vietnam.

“Kalau ini diterus-teruskan, Presiden khawatir nanti dengan negara-negara Kamboja, Laos pun kita bisa kalah,” ujarnya.

Untuk itu, Jokowi berjanji akhir Maret ini akan mengobrak-abrik semuanya agar kelemahan Indonesia, terutama masalah perizinan bisa dibenahi. (ril/red)

BAGIKAN