MEDAN | Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sumatera Utara, meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI – Polri netral dan tidak teelibat dalam Pilkada Serentak 2018.

Ketua Masika ICMI Orwil Sumatera Utara Rizky Emiliya, M.Pd didampingi Wakil Ketua Irwansyah Putra Nasution, SH menilai, keberpihakan dan keterlibatan ASN, TNI-Polri dalam politik praktis akan membuat situasi keamanan dan kondusitifitas di Sumatera Utara akan terganggu, meskipun oknum-oknum tersebut melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

“Jelas ASN, TNI–Polri harus Netral, tidak boleh terlibat aktif apalagi berkampanye, itu diatur oleh undang undang,” katanya, Selasa (6/2/2018).

Masika ICMI Orwil Sumut juga menghimbau, seluruh element masyarakat untuk berperan aktif melakukan pengawasan potensi kecurangan disetiap tahapan pemilu, meski pun sudah ada lembaga penyelenggara pemilu yang diamanahkan undang-undang untuk melaksanakannya.

Ia mengatakan, ada tiga bakal calon yang sudah resmi mendaftar ke KPU dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dimana satu diantaranya merupakan mantan anggota TNI dan mempunyai jabatan strategis saat menjabat. Jadi disini dipertaruhkan netralitasnya.

“Kita sangat yakin kalau nantinya anggota TNI-Polri akan netral dalam pemilihan umum, tapi tetap harus diawasi,” jelasnya.

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara diikuti oleh tiga calon yaitu Edi Rahmayadi -Musa Rajekshah, Djarot Saiful – Sihar Sitorus dan JR Saragih- Ance Selian.

Masika ICMI juga menyoroti pilkada di Padanglawas Utara. Dimana hanya ada satu kandidat yang ikut dalam event tersebut. Dipastikan, kalau calon tersebut lolos dalam pengumuman KPU kabupaten, maka akan melawan kotak kosong.

“Masika ICMI berharap masyarakat menyalurkan hak pilihnya ke TPS untuk mendapatkan pemimpin yang bersih dan amanah,” pungkasnya. (***)

BAGIKAN