MEDAN | Petugas Reskrim Polsek Sunggal menangkap MAS (18) dan RD (19) warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, karena melakukan penipuan dan penggelapan.

Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna mengatakan, kejadian berawal saat korban Ilham Syahputra (24) warga Jalan Kowilhan, Delitua, Kecamatan Namorambe, Deliserdang menjual HP Samsung S7 melalui situs jual beli OLX pada Kamis 25 Januari 2018.

Pelaku RD yang tertarik lalu menghubungi korban melalui aplikasi WhatssApp dengan maksud untuk membeli HP itu. Disitu terjadi tawar menawar dan disepakati HP tersebut dilepas dengan harga Rp3.700.000.

“Setelah harga disepakati korban membuat janji. Pelaku mengajak korban bertemu di rumahnya dengan alasan yang membeli HP itu adalah isterinya yang baru melahirkan,” katanya, Selasa (30/1/2018).

Korban lalu datang ke rumah pelaku dan menunjukkan HP yang hendak dijualnya. Selanjutnya, pelaku RD memberikan HP itu kepada temannya MAS dengan alasan untuk dilihatkan kepada istri pelaku RD.

“Pelaku RD lalu meminjam sepeda motor korban dengan alasan mau mengambil uang di ATM untuk membayar HP itu. Korban yang merasa percaya memberikan sepeda motornya kepada pelaku,” ungkapnya.

Namun, setelah ditunggu lama pelaku tidak kunjung pulang. Korban pun mulai curiga dan menanyakan kepada warga sekitar mengenai kedua pelaku.

Warga sekitar menyatakan bahwa rumah tersebut dalam keadaan kosong.”Korban kemudian mendobrak pintu rumah itu, dan ternyata memang benar dalam keadaan kosong serta pintu belakang sudah dalam keadaan terbuka,” ujarnya.

Korban pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Petugas Polsek Sunggal yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

“Pelaku mengaku menjual Hp korban ke daerah Jalan Setia Budi seharga Rp2 Juta. Sementara sepeda motor korban dijual ke daerah Sei Mencirim seharga Rp2 juta,” jelasnya.

Uang hasil penjualan HP dan sepeda motor itu digunakan pelaku untuk membeli sabu-sabu dan berjudi.”Kedua pelaku masih dalam pemeriksaan. Pelaku kita jerat dengan Pasal 372 kuhp dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya. (***)

BAGIKAN