MEDAN | Teknologi Blockchain dan cryptocurrency alias mata uang digital terus berkembang. Blockchain memungkinkan transfer uang dan data digital lebih cepat, aman dan efisien berbanding teknologi lainnya.

Blockchain dan bitcoin misalnya telah membawa manusia ke dalam revolusi teknologi dan bisnis yang belum ditemukan sebelumnya. Manusia kini dapat mengirimkan uang secara cepat dan global kapan dan di mana saja tanpa melalui bank.

Ekosistem blockhain yang mendasari cryptocurrency juga semakin kompleks dan luas. Tidak sedikit negara, organisasi dan perusahaan berperan aktif di dalamnya.

Blockchain merupakan basis data global online yang dapat dipakai siapa saja di seluruh dunia yang terkoneksi internet. Tidak seperti basis data lain yang biasanya dimiliki institusi tertentu yang bersifat sentralistik, Blockchain secara mendasar dimiliki dan dikendalikan oleh individu secara kolektif. Ini membuat cryptocurrency lebih transparan, karena bisa diakses oleh siapa saja secara pseudononim.

Wacana terhangat misalnya datang dari Bank Sentral Indonesia. Bank Indonesia (BI) belum lama ini mengungkapkan turut memanfaatkan kehadiran teknologi Blockchain yang menjadi teknologi dasar beroperasinya cryptocurrency, seperti bitcoin, ripple, dan mata uang digital lainnya. Dengan Blockchain tidak menutup kemungkinan mata uang rupiah fisik yang diedarkan BI selama ini, berubah menjadi digital.

Situasi inilah yang membuat MahapalaMultimedia melalui program MahapalaAcademy ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas, yang diperlukan untuk memasuki dunia Blockchain dan cryptocurrency, melalui “Kursus Intensif Cryptocurrency” di Medan.

Menurut pendiri MahapalaMultimedia, Vinsensius Sitepu, kursus ini dilatarbelakangi masih sedikitnya pengetahuan masyarakat yang tentang Blockchain dan cryptocurrency ini, walaupun di Internet ada banyak informasi tentang itu. Baginya pertemuan secara offline dalam wujud edukasi akan memberikan efek komunikasi yang lebih baik, karena akan terjadi diskusi dan berbagi pengalaman secara langsung.

“Kursus ini mencakup semua aspek dalam ekosistem teknologi Blockhain, yaitu cryptocurrency sebagai bentuk ekonomi baru, potensi Blockhain dalam sistem keuangan dan bidang bisnis lainnya. Kursus ini menitikberatkan pada analisis teknikal dalam jual beli cryptocurrency,” katanya, Rabu  (31/1/2018).

Salah seorang mentor, Robertus Jaka berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan peserta dalam memprediksi harga dan memahami dengan baik posisi entri dan posisi out.

“Karakter pasar cryptocurrency itu volatil. Oleh sebab itu ada penggunaan analisis teknikal yang berbeda pula, termasuk penggunaan indikator yang tepat. Dengan demikian trader semakin baik dalam memaksimalkan raihan profitnya,” kata Robertus

Vinsensius menambahkan, setiap masyarakat yang ingin mengikuti kursus perdana ini akan diselenggarakan pada 18 Ferbruari 2018. “Setiap peserta yang ingin mengikuti kursus membayar Rp2 juta/orang. Setiap kelas akan diisi 25 orang dan dua mentor yang akan memberikan pelatihan. Untuk durasi perdana akan dilaksanakan selama 5 jam. Setelah pertemuan pertama akan dilanjutkan 6 kali pertemuan setiap minggu,” ucapnya.

Adapun fasilitas yang akan didapat oleh peserta adalah coffee break, makan, kaos, sertifikat, deposit trading di Bitcoin Indonesia, dan lucky draw. Untuk pendaftaran melalui WhatsApp di nomor 085297377530 (Samutra Kacaribu). (***)

BAGIKAN